NaraSumber: Ustadz MiftahHost:Alamsyah Nirza
Halitu tentu membuat penghasilan Bonge dan Kurma meningkat tajam. Berkat Citayam Fashion Week, Bonge mengaku mendapat penghasilan dari endorse dan syuting sebanyak Rp 7 juta perhari. Dari hasil
Dalamkehidupan sehari-hari, kita sering mendengar atau menyebut istilah berkah. Kata berkah ini juga selalu menjadi doa dan diucapkan untuk mendoakan agar kehidupan orang lain selalu diberkahi oleh Allah SWT. Tentunya kita ingin hidup kita pun senantiasa dalam keberkahan. Namun, apa sebenarnya makna berkah itu sendiri? Makna Kata Berkah dalam Ayat Al-Quran Dalam bahasa Arab,
Berkat' bermakna bisnis yang menghasilkan profit yang terus tumbuh dan sinambung. Berkah adalah keridhoan Allah SWT, Zat Pemberi Rizki, yang diraih ketika seluruh amal bisnis berjalan sesuai dengan syariah-Nya.
. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID ExYzQ4iJNrq4oQ3__38kZk0UI9U6L2ULTUiuTAfoCr20O1fHPTqgmA==
Ilustrasi berkah atau barokah. Foto FreepikDalam kehidupan sehari-hari, jelas kita seringkali mendengar kata berkah dan barokah. Tapi, adakah yang berpikir bahwa berkah dan barokah memiliki arti atau makna yang sama? Atau sebaliknya, berkah dan barokah adalah dua kata yang beda makna?Ternyata berkah dan barokah memiliki makna yang sama. Yuk kita ulas bahasa, berkah berasal dari bahasa Arab yang artinya nikmat. Istilah lainnya dalam bahasa Arab adalah mubarak dan atau barokah dalam Al-Quran dan sunah adalah langgengnya kebaikan, kadang pula dapat diartikan dengan bertambahnya kebaikan atau ziyadatul khoir, dan bahkan artinya bisa Imam Nawawi, asal makna berkah atau barokah ialah kebaikan yang banyak dan ulama pun menjelaskan bahwa berkah atau barokah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup berkah secara material dan spriritual, keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, dan saja, ketika ada seseorang yang melakukan suatu amalan atau pekerjaan, maka ia akan bertambah kebaikannya. Bisa dikatakan bahwa berkah atau barokah adalah dampak positif dari apa yang kerjakan. Tentu saja, dampak yang terjadi atas izin dan kuasa Allah atau barokah sebenarnya memiliki makna yang bergitu luas. Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari pun, semua hal kecil yang dilakukan, dampak positif selalu berasal dari Allah SWT dan tidak terbatas. Seperti, barokahnya makan adalah kenyang dan dapat memberikan energi untuk bisa hal ini, berkah atau barokah bukan hanya perihal cukup dan mencukupi. Tetapi juga termasuk bertambahnya ketaatan kepada Allah SWT dengan segala keadaan yang ada. Apa pun yang sedang dialami, pasti terdapat berkah atau barokah didalamnya. Kita jelas tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, tetapi atas izin dan kuasa Allah SWT semua pasti bisa terjadi. Wallahu 'alam.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Adalah sering kita dengar bahwa pada saat membuka suatu pertemuan, atau bahkan kata-kata pendahuluan pidato sambutan pejabat, marilah kita mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas berkah dan rahmad Allah jugalah, kita semua dapat hadir pada pertemuan hari ini. Bahkan konon para founding father kita juga sempat mencantumkan kalimat pujian kepada Allah SWT atau seperti pengakuan bersama segenap bangsa, bahwa kemerdekaan kita itu, walaupun direbut dari penjajahan, namun sebagai makhluk beriman, tetap berpikir dan ikhlas, bersaksi, bahwa atas berkah rahmat Allah Tuhan Yang Maha kuasa. Ada semacam kondisional yang dapat membedakan antara rahmat dan berkah ini. Gambaran sederhana mengenai rahmat dan berkah dapat merupakan suatu peristiwa-peristiwa tertentu, dan tentu saja bagaimana pula kita menyikapi terhadap peristiwa itu. Rahmat lebih cenderung merupakan bentuk perwujudan kasih Allah SWT kepada makhluk yang sudah berusaha keras untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini, kata rahmat lebih Rahmad digunakan sebagai nama orang dari pada berkah. Selain sebagai manusia itu terlahir juga karena usaha. Bukan terjadi begitu saja. Walaupun yang berusaha ke dua orang tua, tetapi hanya akan berhasil, kalau ada usaha. Namun mungkin juga bisa saja, karena orang tua ingin mendoakan kepada anaknya, supaya dapat mendapatkan rahmad Allah SWT. Mengingat salah satu keberhasilan perkawinan adalah melanjutkan keturunan dan menjadi orang tua adalah dapat mendidik anak sesuai tuntunan agama. Rahmat juga dapat merupakan balasan yang walaupun belum tentu merupakan hal yang sama dengan sasaran dan target permintaan manusia sebagai hamba Allah. Berbeda dengan berkah. Kalau Rahmad masih dapat dihubungkan dengan usaha manusia sebagai makhluk Allah SWT, namun berkah, dapat muncul begitu saja tanpa diminta oleh orang beriman. Contoh sederhana mengenai berkat adalah kalau kita pergi kenduri. Tanpa berusaha keras untuk mencari makan, cukup masuk rumah yang mengundang kenduri, duduk baik-baik, ikut prosesi atau pun tidak, Insya Allah akan mendapat kenduri. Itu berkat. Adalah Budi, Bowo dan Leksono, tiga sekawan yang sama-sama satu gerombolan paket gratis mejeng. Ketiga sekawan ini sedang ikutan kenduri. Budi duduk agak di depan, karena Budi berusaha keras untuk mendapatkan kenduri hari itu. Nasib Budi sedang apes hari itu dalam mencari makan pada hari itu. Apa boleh buat ? Seperti mendapat durian runtuh, Budi sangat bersemangat, begitu mendengar ada undangan menghadiri kenduri. Sedang Bowo datang agak belakangan sehingga Bowo duduk agak di tepian. Sementara Leksono, sebetulnya hanya ingin main saja ke rumah itu, jadi dia nyantai saja, bahkan tidak merasa perlu mencari posisi duduk di dalam begitu mendapat jatah kenduri, karena pola orang beriman selalu mendahulukan orang lain, dan juga dalam rangka mempercepat delivery, maka setiap Budi menerima kenduri, dengan segera Budi serahkan kepada sebelahnya untuk juga diberikan kepada kepada lagi dan seterusnya. Karena hal itu dilakukan oleh banyak orang, maka Bowo yang kebetulan duduk dipinggir malah dapat kenduri duluan. Nasib apa lah yang terjadi pada Budi, kok kebetulan kenduri itu habis, sementara Budi belum mendapatkan kenduri tersebut. Maklum ternyata kebiasaan undangan dari mulut ke mulut ini, kayaknya sekarang banyak digemari orang banyak. Mungkin karena harga BBM yang rekatif tinggi, harga harga komoditi di lapangan yang terus melonjak, masih ditambah dolar yang bertengger cukup kuat dibandingkan dengan rupiah. Barangkali Budi mungkin salah satu dari orang-orang yang seperti itu. Eh sedang mengharap berkah kenduri saja kok ya nggak dapat bagian. Bagaimana menurut anda dengan Budi ini ? Jangan tanyakan kepada saya, dengan Leksono! Tiba-tiba saja muncul entah dengan alasan apa. Karena ini negeri bebas. Lihat Humaniora Selengkapnya
–Ridho, berkah, dan rahmat Allah. Ketiga kata ini sudah akrab di lisan dan pikiran kita. Coba kita simak bersama apa makna dan beda dari ketiga kata tersebut. Ridho Kerelaan Allah Kata ridho رَضِيَ اللَّهُ , bahasa Indonesia menjadi rela. Rela adalah bersedia dengan ikhlas, izin persetujuan, berkenan, dapat diterima dengan senang hati, tidak mengharapkan imbalan, dengan kehendak atau kemauan sendiri KBBI. Ridho berasal dari kata radhiya-yardha yang berarti menerima suatu perkara dengan lapang dada tanpa merasa kecewa ataupun tertekan. Kuncinya adalah Al-Maidah ayat 3 الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Kucukupkan kepada kalian NikmatKu. dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagi kalian. ayat 3 Artinya, terimalah oleh kalian dengan rela Islam sebagai agama kalian, karena sesungguhnya Islam adalah agama yang disukai dan diridai Allah, dan Dia telah mengutus rasul yang paling utama dan terhormat sebagai pembawanya, dan menurunkan Kitab-Nya yang paling mulia dengan melaluinya.Ibnu Katsier Agama Islam sudah dinilai sempurna oleh Allah. Sehingga tidak perlu ditambah-tambah. Allah ridho Islam dipakai umat untuk mengatur hidup dan akan dipakai sebagai sarana hisab di yaumul akhir kelak. Sesungguhnya agama yang diridai di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian yang ada di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Imran 19 Ibnu Katsir menjelaskan “Sebagai berita dari Allah Swt. yang menyatakan bahwa tidak ada agama yang diterima dari seseorang di sisi-Nya selain Islam, yaitu mengikuti para rasul yang diutus oleh Allah Swt. di setiap masa, hingga diakhiri dengan Nabi Muhammad Saw. yang membawa agama yang menutup semua jalan lain kecuali hanya jalan yang telah ditempuhnya. Karena itu, barang siapa yang menghadap kepada Allah —sesudah Nabi Muhammad Saw. diutus— dengan membawa agama yang bukan syariatnya, maka hal itu tidak diterima oleh Allah. Allah berfirman Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu darinya. Ali Imran 85, hingga akhir ayat. Dalam ayat ini Allah memberitakan terbatasnya agama yang diterima oleh Allah hanya pada agama Islam. Hal ini sejalan dengan Ali Imran 19 Jadi kunci utama untuk mendapat ridlo Allah adalah orang harus rela/ridlo beragama Islam terlebih dahulu. Dan kita pun harus rela/ridlo bahwa Allah sebagai sesembahan dan panutan kita, serta tempat kita meminta. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun ridla kepada-Nya. Qs. Albayyinah 8 Ridho Allah kepada hamba-Nya adalah berupa tambahan kenikmatan, pahala, dan ditinggikan derajat kemuliaannya. Sedangkan ridho seorang hamba kepada Allah mempunyai arti menerima dengan sepenuh hati aturan dan ketetapan Allah, menjalankan syariatnya.. Berkah Tambahan Nilai karena Allah Dalam bahasa Arab, berkah بَرَكَاتٍ diambil dari bahasa Arab baraka-yabruku-burukan wa barakatan, yang artinya bertambahnya kenikmatan dan kebahagiaan. Barokah atau berkah adalah berkembangnya atau bertambah sesuatu. Sedangkan makna berkah dalam Al-Qur’an dan hadis adalah langgengnya kebaikan, kadang bertambah kebaikan, atau bisa kedua-duanya. Keberkahan hidup dimaknai sebagai sesuatu yang bernilai kebaikan. Keberkahan juga dapat dicapai ketika seseorang mengerjakan amal saleh atau kebajikan. Syarat keberkahan Allah adalah iman dan taqwa. Keberkahan Allah bisa bersifat duniawi dan ukhrawi. Jikalau penduduk kota-kota beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. 96 مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ 97 Barang siapa yang mengerjakan amal saleh —baik laki-laki maupun perempuan— dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan QS An-Nahl 97 Yang dimaksud dengan amal saleh ialah amal perbuatan yang mengikuti petunjuk Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya Salah satu kunci hidup berkah adalah sedekah. Sedekah merupakan amalan yang sangat mulia, baik di mata sesama manusia maupun di mata Allah SWT. Rahmat Pemberian/Kasih Sayang Allah RAHMAT/rahmah رَحْمَةٍ , berarti murah, kasih-sayang, cinta, santun, perlindungan. Rahmat adalah kemurahan atau pemberian Allah. Rahmat Allah bagi manusia berupa rezeki dan kemaslahatan hidup di dalam dunia. Seluruhnya makhluk mendapatkan rahmat Allah, tak terkecuali bagi orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya. Rahmat itu ada dua macam, yaitu Ar-rohman الرحمن dan Arahim الرّحيم . Ar Rahman, berarti kata Maha Pengasih maksudnya yaitu Allah SWT selalu memberi karunia fasilitas hidup kepada hambanya manusia,jin, hewan, dll di dunia baik yang ingkar maupun taat. Contohnya memberi udara yang bersih untuk bernafas dan air untuk kehidupan. Dunia beserta isinya adalah Ar-Rohman Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang mau, Boleh kafir boleh yang beriman. Ar-Rahim adalah pemberian Allah khusus kepada orang-orang pilihan. RAHIM yang berarti sangat pengasih, penyantun dan penghiba serta sangat penyayang. Ar-Rahim diberikan Allah khusus orang mukmin yang Dia ridloi, dan diberikan kelak di akhirat, berupa pahala surga beserta kenikmatannya. هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا 43 “Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya memohonkan ampunan untukmu, supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang terang. Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.QS al-Ahzab 43 Apabila seluruh rahmat yang Allah berikan di dunia ini kepada makhluk dikumpulkan, mulai dari Nabi Adam hingga kiamat datang maka itu baru satu persen dari keseluruhan rahmat yang Allah miliki. عن أبي هريرة رضي الله عنه قال رسول الله عليه الصّلاة والسّلام إن لله مائة رحمة، واحدة بين الجن والإنس والبهائم والهوام، فبها يتعاطفون، وبها يتراحمون، وبها يتعاطف الوحوش على أولادها، وأخَّر تسعاً وتسعين رحمة يرحم بها عباده يوم القيامة “Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu di antaranya diturunkannya kepada kaum jin, manusia, hewan, dan tetumbuhan. Dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayangi. Dengannya pula binatang liar mengasihi anaknya. Dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.”muttafaq alaih, dalam Shahih Bukhari no 6104 dan Shahih Muslim no 2725, lafal hadits ini dari Abu Hurairah RA. */SUMBER dakwahterkini Editor Nabhan
perbedaan berkat dan berkah